Halaman

Kamis, 16 Juni 2011

Amina


Ciri-ciri amina yang paling penting adalah adanya pasangan elektron bebas. Nitrogen amina mempunyai orbital hibrida sp3 dan pasangan elektron bebasnya menempati salah satu orbital hibrida sp3 tersebut. Hasilnya merupakan sturktur piramida trigonal dengan subtituen pada dasar piramida.
Titik cair dan titik didih amina tinggi karena adanya ikatan hidrogen. Pola ikatan hidrogennya sama dengan pola ikatan hidrogen pada air dan alkohol.
Basa adalah penerima proton dan penyumbang elektron. Amina bersifat basa karena dapat memberikan pasangan elektron bebasnya pada proton. Makin besar konstanta basa berarti makin banyak spesies yang berada dalam bentuk terprotonasi sehingga didapatkan basa yang lebih baik; pKb = -log Kb, sehingga makin kecil nilai pKb, makin kuat asam tersebut.
Arilamina cenderung merupakan basa yang kurang kuat. Dalam keadaan tidak terprotonasi, molekul distabilkan oleh resonansi dengan cincin benzena. Namun demikian, bila pasangan elektron bebas diberikan pada proton, delokalisasi elektron pada cincin benzena tidak lagi terjadi dan oleh karena itu molekul akan kehilangan stabilitas delokalisasinya.
Pengaruh yang sama juga menurunkan kebasaan nitrogen amida. Nitrogen terlibat dalam delokalisasi melalui gugus karbonil. Bila terjadi protonasi, tidak terjadi interaksi resonansi yang membuat keadaan stabil. Dengan demikian, nitrogen amida tidak bersifat basa. Pada kenyatannya, bila amida bereaksi dengan asam, oksigen karbonil akan diprotonasi karena kerapatan elektron yang tinggi disekitar oksigen.
Karena kebasaan nitrogen amida serta adanya pasangan elektron bebas ini juga atom nitrogen mampu menstabilkan karbokation yang berdekatan dan memudahkan pembentukannya. Pasangan elektron bebas menempati orbital sp3 dari orbital hibrida nitrogen, yang berjajar dengan orbital p kosong karbokation yang berdekatan dan memberikan elektron pada iaktan C-N untuk membantu menyebarkan muatan.

sumber : Intisari Kimia Organik by Stephen Bresnick, M.D

Minggu, 22 Mei 2011

Daya Larut dan Solvatasi

Ungkapan "like dissolve like" berarti hanya pelarut polar yang dapat melarutkan senyawa polar. pelarutan (solvatasi) melibatkan pemutusan interaksi antarmolekul dari zat yang dilarutkan (solut) dan menggantikannya dengan interaksi antara solut dengan pelarut.
pelarut takpolar tidak dapat berinteraksi dengan solut polar dan karenanya, tidak dapat melarutkan senyawa polar. zat padat atau cair takpolar tidak dapat larut dalam pelarut polar. interaksi baru antara solut takpolar dengan pelarut polar tidak cukup kuat untuk menggantikan interaksi dipol-dipol yang menstabilkan molekul-molekul pelarut misalnya minyak (takpolar) dan H2O tidak bercampur. namun senyawa takpolar bisa larut dalam pelarut takpolar karena molekul-molekul pelarut takpolar tidak disatukan oleh interaksi antarmolekul yang kuat.

sumber: intisari kimia organik by Stephen Bresnick, M.D

Jumat, 20 Mei 2011

Struktur Serta Sifat Fisik Alkena dan Alkuna

alkena adalah hidrokarbon yang memiliki ikatan ganda anatara dua atom karbon yang berdampingan pada kerangka hidrokarbon. ikatan ganda bertidak sebagai gugus fungsional dominan dalam molekul tersebut. rumus umum untuk alkena adalah CnH2n. alkuna adalah hidrokarbon yang memiliki ikatan rangkap tiga antara dua atom karbon yang berdampingan pada kerangka hidrokarbon. ikatan rangkap tiga merupakan gugus fungsional dominan. rumus umum untuk alkuna CnH(2n-2).
titik cair dan titik didih alkena dan alkuna bertambah dengan makin panjangnya rantai. akan tetapi, tidak ada rotasi bebas yang terjadi pada ikatan ganda (alkena) dan ikatan rangkap tiga (alkuna) seperti pada alkana, karena adanya ikatan phy. jarak antara atom karbon-karbon pada ikatan ganda lebih pendek daripada jarak antara karbon-karbon dengan ikatan tunggal akiabt interaksi ikatan phy dan meningkatnya sifat sigma dari ikatan sigma. demikian pula ikatan karbon-karbon ganda tiga bersifat lebih kuat dan lebih pendek daripada ikatan karbon-karbon ganda.
kestabilan ikatan rangkap bertambah dengan subtitusi. untuk ikatan ganda, isomer cis lebih stabil dibandingkan trans karena interaksi eklip dari subtituen. atom-atom karbon pada ikatan rangkap sedikit lebih elektronegatif daripada atom karbon sp3. atom karbon pada ikatan rangkap tiga sedikit lebih elektronegatif daripada atom karbon pada ikatan ganda akibat makin bertambahnya sifat ikatan sigma dari orbital sp.